Wednesday, December 10, 2014

Jalan-jalan ke Museum, yuk!

"Hari gini jalan-jalan ke Museum?" Beberapa orang pasti ada yang bertanya seperti itu. Jangan salah loh, museum-museum di Jakarta sekarang penampilannya makin bersih, makin kece dan makin rapih.

Hari minggu, saya dan sepupu saya, sebut saja namanya Anna (bukan nama yang sebenarnya) merencanakan untuk jelajah Museum yang ada di Jakarta. Salah satu yang masuk dalam list yang akan kami kunjungi yaitu Museum Nasional (yang dulu bernama Museum Gajah), dan Museum Galeri Nasional.

Museum Nasional
Menuju museum ini, saya dan Anna menggunakan transportasi bus Trans Jakarta. Naik dari halte Grogol 2 yang menuju Harmoni, lalu turun di Harmoni untuk transit dan pindah jalur. Lalu dari Harmoni naik yang ke arah Blok M, dan turun di Monas. Dari halte Monas, kalian bisa langsung melihat Museum Nasional ini. Murah meriah, hanya Rp. 3.500 ongkosnya.

Tepat di depan gerbang pintu Museum Nasional ini, saya melihat sebuah patung sebagai icon museum ini yang sangat unik, yaitu sebuah patung modern yang menggambarkan tentang pusaran waktu yang artinya menghubungkan masa lalu dengan masa depan lewat barang-barang peninggalan sejarah. 



Masuk ke dalam museum ini akan dikenakan biaya Rp. 5.000 untuk dewasa, dan untuk anak-anak Rp. 2.000, sedangkan untuk WNA sebesar Rp. 10.000. Setelah bayar tiket masuk dan menitipkan tas, saatnya kami menjelajah museum. Oya, kalian diperbolehkan membawa kamera jenis apa saja koq ke dalam museum ini :D

Untuk lebih detilnya, mengenai sejarah dan asal muasal Museum ini, kalian bisa baca mengenai Museum Nasional ini disini


Welcome ^^

Apalagi kalo bukan arca, candi dan prasasti yang terdapat di museum ini. Terdapat juga koleksi-koleksi keramik dari mancanegara tertata rapih disini. Saya sangat kagum dan bangga melihat Museum ini. Pikir saya dalam hati "hmm.. Indonesia kaya banget sih..".

Ada salah satu pajangan di Museum ini yang membuat saya "wah" dan bangga sebagai Warga Negara Indonesia. Ini dia..

Maaf, fotonya mencong.. maklum yg motoin amatiran..

Dari Museum Nasional, kami beranjak ke Museum Galeri Nasional Indonesia di dekat stasiun Gambir. Dari Museum Nasional, kami naik Trans Jakarta lagi dan turun di Gambir 1. Dari gambir 1, jalan sedikit melalui dalam stasiun Gambir, ikuti arah saja sampai ke pintu gerbang selanjutnya, lalu sudah terlihat gedung Museum ini.

Museum Galeri Nasional
Galeri Nasional Indonesia mengoleksi berbagai koleksi karya seni diantaranya yaitu Seni RUpa, berupa : Lukisan, Sketsa, Grafis, Patung dan Fotografi Seni Kriya dan Etnik. Masuk ke Museum ini gratis tiss tisss sodara-sodara.. Jadi gak ada alasan kalo kalian ga sempetin mampir ke tempat karya seni anak Bangsa sendiri. 

Seperti halnya Museum Nasional yang mempunyai icon tersendiri, Museum Galeri Nasional ini juga mempunyai ciri khasnya yaitu, sebuah tembok yang di lukis yang menggambarkan bahwa Indonesia kaya akan karya seni. 

Biasanya disini banyak yang antri untuk mengambil foto.

Wall of Art :)

Art banget gak sih.. hahaha

Ahh, museum ini keren banget. Rasanya saya pengen upload semua foto-foto yang saya ambil disini. Tapi gak mungkin dong foto-foto bercampur foto narsis saya memenuhi blog ini. Hahaha..

Museum ini terbagi dari 3 gedung, gedung A biasanya diisi galeri pameran temporer. Gedung B diisi dengan galeri pameran tetap. Sedangkan gedung C pada saat saya kesana sedang renovasi.

Saya dan Anna langsung menuju Gedung B terlebih dahulu, karna di Gedung A antriannya lagi panjang banget. Di gedung B ini terdapat banyak sekali koleksi lukisan-lukisan para seniman. Bagus. Keren. So artistic..


Setelah dari gedung B, saya dan Anna melanjutkan ke gedung A. Di gedung A ini sedang ada pameran berjudul "Apa Kabar, Ibu?". Dari judulnya aja saya sudah penasaran. Antriannya lumayan panjang disini. Karna berbentuk karya seni seseorang, jadi pengunjung yang masuk dibatasi, tidak boleh terlalu banyak. 

Setelah antri kira-kira 20 menit, saya dan Anna langsung masuk dan di suguhi oleh karya-karya seniman yang sangat unik dan kreatif. Semua bertemakan Ibu..


Demi Ucok! Makkkkk..


Kalian liat foto saya yang terakhir? Tembok itu dihiasi dengan tulisan para pengunjung berupa kata-kata untuk seorang Ibu. Lucu, sedih, terharu. Bermacam kata-kata unik di tembok ini. Sepertinya tembok ini menjadi luapan atau curahan hati para pengunjung untuk mengungkapan kasih sayangnya kepada sang Ibu.

Coretan Apa Kabar, Ibu?

Last but not least.. Ini dia cousin in crime saya Jingga alias Bodat alias Anna :) Dapet salam dari Anna, katanya minta diajak jalan-jalan kemana pun saya berjalan. 

Yaelah, dat.. ngintil muluk ^^




Salam ransus,

Museum Nasional & Museum Galeri Nasional 
23 November 2014