Ahayyy... Baliii…
Ya, begitulah perasaan saya waktu itu ketika saya mau liburan ke Bali. Iya, iya, maaf saya norak. Tapi siapa sih yang gak seneng kalo bisa liburan ke Bali? Apalagi kalo gratis, ya kan?
Pesawat berangkat dari bandara internasional Soekarno-Hatta pukul 21.00 dan tiba di bandara Ngurah Rai sekitar pukul 23.00 WITA.
Bandara Ngurah Rai ini masih tergolong bandara yang jauh dari ekspektasi saya (waktu itu). Di saat orang-orang bule tertuju semua ke Bali, tempat wisatawan asing haus akan keindahan Indonesia, tapi bandara ini masih tergolong bangunan lama, gelap, dan (maaf) lusuh. Iya, itu fakta, keadaan bandara itu ketika tahun 2008 saya ke sana. Tapi tenang… ini tidak mengurangi kecintaan saya pada Bali. Tak sedikit pun.
1. Pantai Kuta
Siapa yang gak kenal pantai ini? Iya, pantai Kuta adalah jantungnya Pulau Dewata. Pantai ini merupakan tujuan utama wisata turis, baik turis lokal maupun mancanegara, dan menjadi objek wisata andalannya Pulau Bali.
Silahkan kalian memanjakan mata disini, karna banyak bule-bule yang berselancar atau cuma sekadar berjemur saja di pantai, lumayanlah buat cuci mata. Kalian bisa menikmati sunrise bahkan sunset juga bagus disini, karna dari pagi sampe malam pun pantai ini ga ada sepinya. Belom sah rasanya ke Bali kalo belom ke pantai Kuta.
Tahun 2008 ketika saya ke sini, pantainya masih sepi dan rapi, bebas dari sampah. What a perfect beach.
![]() |
2. Hard Rock Bali
Ya, di sini adalah tempatnya anak muda bergaul—bukan digauli tapi, ya. Tempat nongkrongnya bule-bule dari pagi sampai pagi lagi. Sayangnya, saya ke sini bukan untuk nongkrong. Gak modal memang (kasian ya? ), cuman numpang poto doang koq, hahaha.
Di sini ada patung papan surfing superjumbo yang terpampang tepat di depan Hard Rock Hotel. Biasanya papan surfing ini dibuat atau di-design sesuai dengan temanya pada saat itu. Nah, ga afdol dong kalo belum pamer foto beginian di Bali.
Keterangan (gak penting): foto ini diambil tiap hari, karna tiap hari juga saya lewatin jalan ini mulu. Karna ogah rugi, jadi tiap lewat sini numpang foto-foto dulu (norak, norak deh gue, hahaha).
![]() |
| Hard Rock Hotel Bali, di siang hari |
| Hard Rock Hotel Bali, di malam hari |
3. Monumen Bom Bali
Monumen Bom Bali ini terletak di jalan Legian. Daerah ini merupakan daerah yang paling ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Untuk ke Monumen ini gampang banget, karna selain berada di tempat yang ramai wasatawan, juga merupakan kawasan atau jalur yang kita lewati kalo mau ke pantai Kuta.
Banyak kafe, toko, dan restoran yang ada di daerah ini. Memang, kebanyakan ditujukan untuk wisatawan mancanegara.
Masih inget kejadian bom Bali di tahun 2002? Iya, monumen ini dibuat untuk mengenang 202 orang korban bom Bali di Sari Club dan Paddy Cafe di jalan Legian itu. Di dalam monumen tersebut tertuliskan nama orang-orang yang menjadi korban bom Bali.
![]() |
| monumen Bom Bali |
Monumen ini selalu ramai dikunjungi. Banyak wisatawan yang datang ke sini sekadar untuk melihat dan berfoto-foto atau untuk mengenang korban bom Bali. Banyak juga yang numpang istirahat sebentar karna cape menyusuri jalan Legian (saya contohnya) setelah berbelanja ataupun yang habis dari pantai Kuta.
4. Don Antonio Blanco Museum
Wisatawan yang berkunjung ke museum ini dikenai biaya tiket masuk yang berbeda, yaitu Rp20.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp40.000 untuk wisatawan asing (2008).
Setelah bayar tiket masuk, kami disajikan welcome drink berupa sirup jeruk. Tau aja mereka kalo perjalanan menuju museum Antonio Blanco ini sangat jauh, jadi setiap wisatawan dikasih minuman gratis. Tak hanya itu, wisatawan juga akan didampingi oleh pemandu yang siap mengantarkan dan menceritakan sejarah kehidupan Antonio Blanco sejak awal kariernya hingga menetap dan meninggal di Bali.
Museum Renaissance Antonio Blanco ini terletak di Jalan Raya Campuhan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Museum ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA.
| halaman depan museum Antonio Blanco |
![]() |
| beberapa lukisan Blanco yang di pajang di dalam museum |
5. Tanah Lot
Wajib! Kalian wajib banget ke sini kalo ke Bali. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya lagi terletak di atas tebing.
Sayangnya, waktu saya ke sini, air laut lagi pasang, jadi ga bisa naik ke atas tebing melihat pura itu. Dan hari itu sedang ada sembahyang rutin oleh umat Hindu. Gak puas sih, tapi dalam hati, saya berucap kalo lain kali datang ke Bali lagi, harus ke sini.
Tanah Lot ini tempat yang sangat romantis. Jangan coba-coba kalian ke Tanah Lot sendirian, karna kalian akan menangis di pojokan melihat kemesraaan orang-orang di sini (untung saya kesini se-RT, jadi aman).
Banyak banget orang berpasang-pasangan, baik wisatawan asing atau wisatawan lokal. Baik laki-laki dengan wanita, atau laki-laki dengan … hmmm--- oke, skip! Hahaha… Cocok banget buat kalian yang mau honeymoon di sini. Tapi buat kalian yang ke sini sama teman-teman cewe (saya contohnya), selamat, duit kalian akan habis terkuras karna gatel pengen belanja barang-barang unik di sini.
![]() |
| what a romantic place.. |
| menunggu sunset |
6. Pasar Seni Sukawati
Pasar Sukawati atau pasar seni ini terletak di daerah Gianyar. Pasar ini menjual berbagai kerajinan seni khas Bali seperti sandal manik-manik, pakaian, tas, lukisan, patung kayu, dan lain-lain dengan harga yang terjangkau, asal kalian bisa tawar-menawar tentunya. Pasar ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WITA.
Di sini saya membeli oleh-oleh untuk keluarga dan titipan teman-teman saya. Memborong kain bali, baju untuk keponakan, dan beberapa lukisan untuk koleksi pribadi yang sekarang saya letakkan di kamar saya.
7. Pabrik Joger
Liburan di Bali belum cukup rasanya kalo juga belum mampir ke Joger. Joger dikenal dengan pabrik kata-kata yang nyeleneh, berlokasi di kawasan jalan raya Kuta. Tempatnya sangat strategis, cukup 10 menit dari bandara Ngurah Rai (kalo gak macet kayak di Jakarta).
Untuk harga kaos-kaosnya bervariasi, mulai dari Rp50.000 sampai dengan ratusan ribu, tergantung dari ukuran bajunya. Saya pun tertarik dengan salah satu kaos dengan kata-kata nyelenehnya. Ya paling gak, saya punya satu kaos Joger supaya menandakan kalo saya pernah ke sini, hahaha.
Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana adalah sebuah taman wisata terletak di tanjung Nusa Dua, kira-kira 40 km di sebelah selatan Denpasar. Di area taman budaya ini, akan didirikan sebuah maskot Bali, yaitu patung berukuran raksasa Dewa Wisnu setinggi 12 meter.
Di kawasan ini terdapat juga Patung Garuda setinggi 18 meter yang tepat di belakang Plaza Wisnu. Daya tarik utamanya GWK ya untuk melihat patung Garuda Wisnu ini.
![]() |
| patung Wisnu |
| patung Garuda |
Selain patung-patung seperti patung Garuda Wisnu, kami juga menghabiskan waktu untuk bisa menikmati sunset. Jadi, sambil menunggu sunset-nya nongol, kami menikmati pertunjukan-pertunjukan yang bervariasi di sini, seperti ada tari Kecak atau ada juga Balinese Parade.
Bali, i'll be back to you soon..
Salam ransus,
Pulau Dewata - Bali
6-11 November 2008









