Sabtu pagi di hari kedua di KL ini, tujuan kami yaitu ke
Genting Highlands. Dikenal sebagai Las Vegas-nya Malaysia, tempat
ini merupakan satu-satunya tempat berjudi daratan
yang legal di Malaysia.
Untuk mencapai Genting Highlands dari KL Sentral, dapat ditempuh dengan dua kali perjalanan. Pertama, dengan bus menuju Skyway. Kedua, menggunakan cable car atau kereta gantung menuju ke Genting Highlands.
Kami menggunakan bus dari stasiun KL Sentral dengan bus Genting Express, harga tiket RM 10,30 untuk orang dewasa, dan untuk anak-anak RM 9,20. Harga ini sudah termasuk dengan tiket cable car.
O ya, bus menuju Genting Highlands ini juga tersedia di terminal Puduraya, Putra LRT Gombak, KLIA Express, dan Pasarakyat. Dari stasiun KL Sentral, perjalanan bus memakan waktu kurang lebih 2 jam untuk mencapai Skyway.
Sesampainya di Skyway, kami harus melanjutkan dengan menggunakan cable car atau kereta gantung. Nah! Ini adalah salah satu alasan saya ingin sekali ke Genting Highlands, yaitu menaiki cable car ini. Maklum, belum pernah naik kereta gantung, sekalipun yang ada di Ancol atau TMII, hehehe…
Cable car akan mengantarkan kami melintasi bukit-bukit menjulang selama kurang lebih 15 menit.
Untuk mencapai Genting Highlands dari KL Sentral, dapat ditempuh dengan dua kali perjalanan. Pertama, dengan bus menuju Skyway. Kedua, menggunakan cable car atau kereta gantung menuju ke Genting Highlands.
Kami menggunakan bus dari stasiun KL Sentral dengan bus Genting Express, harga tiket RM 10,30 untuk orang dewasa, dan untuk anak-anak RM 9,20. Harga ini sudah termasuk dengan tiket cable car.
O ya, bus menuju Genting Highlands ini juga tersedia di terminal Puduraya, Putra LRT Gombak, KLIA Express, dan Pasarakyat. Dari stasiun KL Sentral, perjalanan bus memakan waktu kurang lebih 2 jam untuk mencapai Skyway.
Sesampainya di Skyway, kami harus melanjutkan dengan menggunakan cable car atau kereta gantung. Nah! Ini adalah salah satu alasan saya ingin sekali ke Genting Highlands, yaitu menaiki cable car ini. Maklum, belum pernah naik kereta gantung, sekalipun yang ada di Ancol atau TMII, hehehe…
Cable car akan mengantarkan kami melintasi bukit-bukit menjulang selama kurang lebih 15 menit.
| Ngantre mau naek cable car |
Tak
ada hal lain yang dapat kami lakukan di dalam cable car ini,
selain melihat pemandangan yang monoton yaitu bukit-bukit nan hijau dan apalagi
kalo bukan untuk foto-foto. Saya pun mengambil beberapa foto pemandangan dari
dalam cable car dan foto selfie
juga wajib hukumnya, hahaha…
Udara dingin seketika masuk ke setiap ujung badan saya saat turun dari cable car.
Yey, welcome to Genting Highlands! Saran saya, jangan lupa bawa jaket atau syal, karna udaranya lumayan dingin di sini. Saya yang terbiasa dengan suhu panasnya ibu kota, udara di Genting Highlands ini memang terasa sangat dingin, hehehe… maklum wong ndeso.
Lokasi pertama yang kami tuju setelah turun dari cable car ini adalah Theme Park. Untuk mencapai ke sana, pengunjung disediain shuttle bus. Theme Park merupakan kawasan tempat bermain, terdiri dari dua jenis yaitu indoor dan outdoor.
Udara dingin seketika masuk ke setiap ujung badan saya saat turun dari cable car.
Yey, welcome to Genting Highlands! Saran saya, jangan lupa bawa jaket atau syal, karna udaranya lumayan dingin di sini. Saya yang terbiasa dengan suhu panasnya ibu kota, udara di Genting Highlands ini memang terasa sangat dingin, hehehe… maklum wong ndeso.
Lokasi pertama yang kami tuju setelah turun dari cable car ini adalah Theme Park. Untuk mencapai ke sana, pengunjung disediain shuttle bus. Theme Park merupakan kawasan tempat bermain, terdiri dari dua jenis yaitu indoor dan outdoor.
| Selfie sambil menunggu bus menuju Theme Park |
Di indoor Theme
Park tersedia banyak wahana permainan, seperti gondola yang pemandangannya
dibuat semirip Venice di Italia, mini roller
coaster, dan masih banyak lagi wahana yang rata-rata disiapkan untuk
anak-anak.
Sedangkan, di outdoor permainannya sedikit lebih menantang, di sini tersedia lima jenis halilintar atau roller coaster, yaitu Corkscrew, Cyclone, Flying Coaster, Flying Dragon, dan Rolling Thunder Mine Train.
Saya dan keluarga tidak mencoba semua permainan itu, baik di indoor maupun outdoor, hiks… Kami hanya mengabadikan momen-momen di dalam Theme Park dan ternyata Casino yang dimaksud legal di Malaysia tersebut ada di dalam Theme Park ini, jadi kami foto-foto saja di depan Casino.
Sedangkan, di outdoor permainannya sedikit lebih menantang, di sini tersedia lima jenis halilintar atau roller coaster, yaitu Corkscrew, Cyclone, Flying Coaster, Flying Dragon, dan Rolling Thunder Mine Train.
Saya dan keluarga tidak mencoba semua permainan itu, baik di indoor maupun outdoor, hiks… Kami hanya mengabadikan momen-momen di dalam Theme Park dan ternyata Casino yang dimaksud legal di Malaysia tersebut ada di dalam Theme Park ini, jadi kami foto-foto saja di depan Casino.
| Price list / harga tiket masuk Theme Park.. |
| with MOM |
Selesai makan siang di Genting, kami beranjak menuju KLCC (Kuala
Lumpur City Centre). Dari Genting Highlands ke KLCC sama halnya berangkat tadi
pagi, kami naik bus yang sama ke arah KL Sentral.
Lalu, dari KL Sentral, kami langsung pindah dengan LRT Putra/Kelana Jaya untuk menuju Petronas Twin Tower, landmark paling tersohor dari Malaysia. Kata orang, belum sah datang ke Malaysia kalau belum berfoto di depan menara kembar yang pernah menyandang status menara tertinggi di dunia itu.
Menara Petronas memang luar biasa. Sayangnya, kami tidak naik ke atas dan berada di jembatan penghubung antara kedua menara karna jam buka menara ini hanya di pagi hari untuk para wisatawan.
Lalu, dari KL Sentral, kami langsung pindah dengan LRT Putra/Kelana Jaya untuk menuju Petronas Twin Tower, landmark paling tersohor dari Malaysia. Kata orang, belum sah datang ke Malaysia kalau belum berfoto di depan menara kembar yang pernah menyandang status menara tertinggi di dunia itu.
Menara Petronas memang luar biasa. Sayangnya, kami tidak naik ke atas dan berada di jembatan penghubung antara kedua menara karna jam buka menara ini hanya di pagi hari untuk para wisatawan.
Ya udahlah, yah narsis dulu kita…
Selesai berfoto-foto di luar Twin Tower, kami beranjak masuk
ke KLCC Suria Shopping Center. KLCC Suria ini, ya, seperti layaknya mal yang
ada di Indonesia pada umumnya. Tapi, di sini harganya sedikit lebih murah dibanding Jakarta, misalnya saja seperti toko Charles & Keith atau VNC, di Malaysia harganya
lebih murah daripada toko di Jakarta. Mungkin karna nilai tukar mata uangnya
yang berbeda. Alhasil, kesempatan untuk kakak-kakak saya berburu barang-barang
murah untuk kepentingan pribadi maupun untuk oleh-oleh. Momen ini di persembahkan oleh VNC dan Charles & Keith, hahaha..
| Sisters : ) |
Setelah (mereka) puas belanja, kami langsung pulang kembali ke My
Hotel.
Dan ketika melewati jalan yang sama pada malam pertama kami lewati, ternyata bapak yang tukang jualan duren masih ada di sana, hehehe… tapi stok duren sudah tinggal sedikit karna kami pulang sudah agak malam. Jadilah kami hanya membeli tiga buah duren dengan harga RM 10.
Dan ketika melewati jalan yang sama pada malam pertama kami lewati, ternyata bapak yang tukang jualan duren masih ada di sana, hehehe… tapi stok duren sudah tinggal sedikit karna kami pulang sudah agak malam. Jadilah kami hanya membeli tiga buah duren dengan harga RM 10.
Perjalanan yang cukup melelahkan hari ini dari
darat ke bukit, dari bukit ke darat lagi… : )
See ya tomorrow, kami akan belanja oleh-oleh di Bukit Bintang dan Central Market.
See ya tomorrow, kami akan belanja oleh-oleh di Bukit Bintang dan Central Market.
No comments:
Post a Comment