Ini kali kedua
saya pergi ke Malaysia, tapi kali ini liburan bersama keluarga. Sedangkan, yang
pertama kali, saya bersama dengan teman-teman ransel saya (nanti akan saya
ceritakan di lain waktu, okey).
Jalan-jalan kali ini sebenernya pengennya pas Natal di luar negeri, sudah lama
rasanya saya dan keluarga tidak merasakan Natalan di luar. Tapi, karna kalo
mendekati Natal, harga tiket pesawat itu gila-gilaan, jadilah kami berangkat
sebelum Natal. Saya pergi dengan para orang tua (mama, tante—adiknya mama—dan
dua orang kakak saya), orang tua semua, bukan? Hehe...
Setelah hunting tiket murah, saya memperoleh tiket pesawat ke
KL pulang-pergi sebesar Rp520.000 per orang dengan pesawat Tiger Mandala. Lumayanlah,
pada waktu itu tiket ini bisa dibilang tiket murah. Sekarang sih mungkin masih
bisa juga dapet harga segitu, asal kalian pantengin
mulu website dengan tiket penerbangan
murah.
Karna saya sudah
pernah ke sana sebelumnya, maka saya ditugasi untuk membuat itinerary.
Dalam membuat itinerary ini pun harus banyak yang dipikirin,
harus cari hotel yang dekat dengan MRT station supaya para
“orang tua” tadi tidak terlalu jauh berjalan kaki. Dan akhirnya, dapatlah hotel
yang lumayan dekat dari MRT station, yaitu di My Hotel @ KL Sentral di Jalan Thambipillay no. 51-53,
Brickfields.
Jumat, 7 Desember 2012 tepat pukul 7.30 pesawat take off dari Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta menuju Kuala Lumpur. Tiba di KL, di bandara LCCT (Low Cost Carrier Terminal) pukul 10.30 pagi.
Selesai mengurus imigrasi, kami langsung mencari tiket bus yang ke arah KL Sentral. Di sepanjang jalan setelah melewati imigrasi ini, terdapat banyak counter yang berjejer menjual tiket bus, baik yang ke arah KL Sentral, Genting Highlands, maupun ke Bukit Bintang, mulai dari bus ekspres sampai dengan bus ekonomi.
Kalo menurut saya, ini dia cara yang paling murah menuju KL Sentral: belilah tiket Aerobus seharga RM 8 untuk sekali jalan (atau setara dengan Rp25.600, pada waktu itu nilai tukar MYR ke IDR sebesar Rp3.200 per RM 1).
O ya, kita juga bisa langsung membeli tiket untuk pergi dan pulang (two ways) harganya lebih murah yaitu RM 14. Jauh lebih murah dibanding beli one way di KL Sentral untuk kembali ke LCCT sebesar RM 10. Jadi, lebih baik langsung aja beli tiket untuk pulang-pergi di sini. Tiket bus ini tidak ada tanggalnya, jadi bisa dipakai kapan saja, karna tiket ini berlaku untuk satu bulan. Lumayan.
Satu
jam waktu yang ditempuh dari LCCT ke KL Sentral. Dan tepat jam 12 siang kami
tiba di KL Sentral. FYI, KL Sentral ini kurang lebih seperti
terminal Blok M kalo di Jakarta. Setelah itu, kami langsung menuju hotel untuk check-in. Jarak stasiun KL Sentral ke My
Hotel kira-kira 200 meter, lumayanlah jaraknya untuk kaki seorang mama saya
yang sudah berumur, tapi masih semangat untuk berjalan sambil gerekin koper.
Urusan check-in hotel selesai, kami
menaruh barang-barang dan langsung keluar untuk mencari makan siang di
sekitaran hotel saja. Mencari makanan di sini tidak terlalu rumit, karna jenis
makanannya juga gak jauh beda dengan masakan Indonesia, dan di sini juga banyak
koq makanan halal : ). (baca juga
yang ada tentang masakan bu Lis, hehe: Indahnya BROMO…).
Selesai makan siang, tujuan pertama kami yaitu ke Batu Caves. Cara
paling praktis dan murah menuju Batu Caves ini adalah naik KTM Komuter Sentul
Port Klang (lihat peta MRT di bawah ini, jalur warna merah nomor 2) dari
stasiun KL Sentral dengan harga RM 1 per
orang dan turun di stasiun Batu
Caves. Sedangkan, untuk perjalanan kembali
ke stasiun KL Sentral dikenakan tarif RM 2.
![]() |
| Rute / peta transportasi (sila di zoom) |
Perjalanan menuju Batu Caves dan sebaliknya ditempuh dalam
waktu 1.800 detik a.k.a 30 menit.
Batu Caves merupakan tempat ibadahnya orang Hindu di
Malaysia. Yang menarik dari tempat ini adalah kuil-kuil Hindu di dalam gua
serta patung Dewa Murugan yang menjulang tinggi sekitar 43 meter. Patung ini
merupakan patung dewa Hindu tertinggi ukurannya di dunia.
| Batu Caves |
| My sister.. : ) |
Di Batu Caves terdapat 3 gua utama dan satu gua kecil, dan
bisa melihat kehidupan kekelawar-kelelawar di dalam gua. Untuk melihat gua
tersebut, kita harus menaiki tangga sebanyak 272 anak tangga. Mama dan kakak
saya tidak ikut naik. Saya sendiri saja yang masih “lumayan” muda ini harus
mengambil istirahat beberapa kali sebelum sampai ke kuil utama, hahaha...
| Ini dia di dalam gua setelah melewati 272 anak tangga.. |
Selesai dari Batu Caves, kami beranjak pulang ke hotel untuk
istirahat. Sebelumnya, kami mencari makan malam dulu di sekitar hotel. Saya
lupa nama tempat makannya, tapi itu tempat makan khas India gitu, jadi
kebanyakan yang tersedia makanan kare. Karna saya gak suka sama makanan kare
(karna baunya yang menyengat), jadi saya beli ayam goreng dan nasi putih saja.
Teh tarik khas Malaysia jangan sampe lupa dicicipi, karna jauh lebih enak
buatan orang sini dibanding teh tarik kemasan yang dijual di pasaran.
O ya, pas kami jalan pulang ke arah hotel, ada seorang bapak yang jualan duren
di mobil bak terbuka gitu. Iseng-iseng tawar-menawar ternyata harganya dapet RM
10 untuk 3 buah duren. Wahhh… murah banget, buah durennya juga enak, padet dan
tebal, hahaha… Khilaf, kami beli RM 30 yang harusnya dapet 9 buah, tapi kita
tawar lagi jadi dapet 10 duren, hahaha…
Dan kami pun pesta duren bersama.
Besok pagi kami akan ke Genting dan Twin Tower.
Good night…



No comments:
Post a Comment