Setelah sarapan dan packing kembali barang bawaan kami ke dalam keril, kami siap berangkat menuju Kalimati yang berjarak 7,5 km melewati Cemoro kandang dan Jambangan tepat jam 9 pagi. Kalimati itu tempat kita beristirahat lagi, sebelum summit ke puncak Mahameru.
![]() |
| Wanita tangguh ala-ala.. |
TANJAKAN CINTA. Ini tanjakan paling hits setelah film 5 cm sukses ditayangkan. Tanjakan cinta adalah salah satu icon dari gunung Semeru, dan yang paling ditunggu-tunggu untuk melewatinya. Kalo saya, bilangnya ini tanjakan jomlo. Mitosnya gini, jadi selama kalian jalan melewati tanjakan cinta, kalian harus terus menatap ke depan sambil memikirkan laki-laki/perempuan yang kalian inginkan, tapi selama treking kalian ga boleh nengok kebelakang. Inget, gak-boleh-nengok-kebelakang! Hasilnya permintaan kalian akan terwujud. Kalo saya, saat itu memikirkan Tom Cruise :'( Doa anak sholehah biasanya sih dikabulin, AMIN!
Yey, saya sudah diatas tanjakan cinta. Kalo dilihat dari foto kelihatannya landai ya.. padahal baru saja saya melangkah 10 langkah sudah langsung ongkek (ongkek = bengek), kasian ya saya. Saya langsung beristirahat dibawah pohon, sambil menunggu teman-teman yang lain yang masih berjuang melawan "cintanya" :( Oke, begini nih pemandangan dari atas tanjakan cinta.
Yap, setelah melewati tanjakan cinta atau sebenarnya sih yang paling-cocok-banget disebut tanjakan penyesalan, akhirnya kami disuguhkan pemandangan yang ga kalah kece. Turunan! Yey, akhirnya ada turunan juga. Thank God! Dan seketika mata saya melihat hamparan bunga berwarna ungu.
ORO-ORO OMBO. Entah kenapa orang-orang menyebutnya itu adalah padang lavender. Mungkin karna bunganya seperti bunga lavender yang berwarna ungu. Padahal bukan. Itu adalah Verbena Brasiliensis Vell.
![]() |
| dilihat dari atas (setelah tanjakan cinta) |
Menurut informasi yang saya baca dari mbah google, luas Oro-oro Ombo ini mencapai 20 hektar. Meski terlihat indah, kehadiran Verbena brasiliensis ini justru mencemaskan. Tanaman asing ini bersifat invasif, bisa terus mendominasi dan menguasai habitat sehingga menggusur spesies tanaman asli disana. Ekosistem pun kemudian terganggu.
![]() |
| ampuni ekspresi saya, plis :| |
![]() |
| kak Ita |
Setelah melewati Oro-oro Ombo, perjalanan ini dimulai lagi menuju pos Cemoro Kandang. Sesuai dengan namanya, kami melewati hutan yang berisi pohon cemara dan pinus. Jangan pernah meremehkan trek cemoro kandang ini, dan jangan mengharapkan adanya turunan. Semuanya menanjak, menanjak, dan menanjak. Bonusnya cuma satu, yaitu istirahat langsung ditempat aja. Sambil istirahat sambil ngobrol sama tim, saling cela, ledek-ledekan, ngambil makanan temen, capek itu langsung terasa hilang.
Setelah istirahat 10 menit di Cemoro Kandang, kami melanjutkan ke pos berikutnya yaitu Jambangan. Dari pos ini kita sudah bisa melihat dengan jelas gunung Semeru. Kami melanjutkan perjalanan ke pos terakhir yaitu Kalimati.
KALIMATI. Trek perjalanan dari Jambangan menuju Kalimati relatif mudah dan bisa dibilang bonus karna trek cukup landai. Perjalanan kira-kira 30 menit, dan sekitar jam 1 siang kami sudah sampai di Kalimati. Dari sini Gunung Semeru terlihat sangat dekat sekali dan berdiri dengan gagahnya.
| Muka udah gak ke kontrol |
![]() |
| Kalimati - 23 Juni 2014 |
Di pos Kalimati ini terdapat sumber air bersih, namanya Sumbermani. Perjalanan ke Sumbermani dari Kalimati untuk mengambil air saja bisa hampir 45 menit (pulang dan pergi). Cukup jauh memang. Jadi kami membagi tugas, beberapa orang (baca : laki-laki) mengambil air untuk keperluan masak dan stok minum, dan sebagian lagi (baca : cewe-cewe) memasak untuk makan siang kami. Ini adalah pos pemberhentian terakhir, sebelum kami summit ke puncak Mahameru nanti subuh :)

























