Saturday, August 9, 2014

Jangan Tunda ke Pulau Tunda

Tunda!

Yap, nama yang agak aneh ya untuk nama sebuah pulau. Tapi, akhirnya saya berangkat juga ke pulau Tunda bareng temen-temen backpacker saya.

Tunda adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Jawa, di sebelah utara Teluk Banten. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten.

Oke, perjalanan dimulai ya. Dari halte Slipi Jaya, saya janjian dengan teman-teman yang lain sekitar pukul 5 pagi (lewat dikitlah ya…). Lalu, setelah tunggu-menunggu, kami langsung naik bis ke arah Merak dan keluar di pintu Tol Serang Timur.

Perjalanan kurang lebih memakan waktu 2 jam untuk sampai di Serang. Sesampainya di Serang, kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan menyewa angkot sampai ke dermaga kecil bernama Karangantu.

Waktu tempuh sampai ke dermaga kira-kira 45 menit. Setelah melewati jalanan yang cukup panjang dan bergelombang karena jalanan agak rusak, sampailah kami di dermaga Karangantu.

Dermaga Karangantu


Kemudian, kami melanjutkan perjalanan dari dermaga Karangantu dengan menggunakan perahu kayu milik nelayan untuk sampai ke pulau Tunda. Jeng-jeng-jeng… pelayaran dimulai dari sekarang! 

Menurut saya, perjalanan laut itu sedikit membosankan, selain membutuhkan waktu yang cukup lama, kita juga bakal bingung mau ngapain aja selama perjalanan di dalam perahu. Biasanya nih… di jam-jam pertama perjalanan itu, saya pasti selfie-an dulu di atas perahu, lalu biasanya saya mengambil gambar laut dan langit yang biru.

Setelah itu apa? Update status!! Hahaha, maklum mumpung sinyal masih ada, karna kalo udah sampe pulau, sinyal sih wassalam. Abis itu, kalo udah cape ya tidur deh di dalam perahu, hahaha.

O ya, sepanjang dermaga Karangantu ini, banyak sekali kerangka-kerangka kapal maupun perahu-perahu nelayan yang sudah usang bahkan berkarat dan di diamkan begitu saja disana.


Kerangka kapal

Perjalanan kurang lebih memakan waktu hampir 4 jam. Namun, sebelum sampai di pulau Tunda, kami diantar dulu ke salah satu pulau kecil di sana, yaitu pulau Lima. Ya, pulau Lima. Saya gak salah nulis koq, hahaha.

Pulau Lima merupakan salah satu pulau yang ada di kawasan laut Banten. Pulau ini hanya memiliki 3 bangunan rumah/vila untuk wisatawan yang ingin menginap di sana. Pasir putih dan air yang jernih membuat pulau ini menjadi nilai plus untuk wisatawan yang berkunjung ke sana.


Pulau Lima

selfie dulu, teteup :D





Sesudah berfoto dan ber-selfie ria, kami melanjutkan perjalanan utama kami lagi.

Setengah jam kemudian, tibalah kami di pulau Tunda. Yey, akhirnya sampai juga!

Saya sempat sedikit kaget dengan kondisi pulau ini, karna di pinggir dermaga masih banyakkk terdapat timbunan sampah-sampah... Sayangnya, saya lupa mengabadikan momen ini...

Warga pulau Tunda ini juga hanya sedikit, hanya terdiri dari masyarakat lokal saja. Saya pun sempat mencari-cari di mana letak pantainya dan pasir putih pulau ini. Ternyata belum ada, sodara-sodara… hiks… yang ada hanyalah hutan bakau (mangrove) di tepi pantai…

Baiklah, kami langsung menuju tempat penginapan, dan langsung disuguhi makan siang yang begitu lezat… tau aja perut saya sudah keroncongan dari tadi.

ini penampakan depan rumah warga yang kami sewa


Perut sudah terisi. Pembagian kasur pun sudah (padahal tidurnya juga di ruang tamu semua dengan satu kasur rame-rame!). Rebutan toilet juga sudah. Sekarang waktunya nyebur, yey!

Berangkatlah kami ke tengah pulau untuk snorkling. Spot snorkling yang pertama ternyata kurang bersih, masih banyak sampah yang menghalangi penglihatan ke dasar laut… jadi kami minta untuk pindah spot saja.


Di spot kedua ini, barulah kami semua nyebur ke dasar laut. Sedih sekali rasanya melihat pulau secantik ini, tapi masih ada saja sampah-sampah yang menyebar… Kata warga sekitar sih, katanya sampah-sampah tersebut adalah sampah kiriman dari pulau-pulau sekitar yang terbawa air laut.


Setelah asik dan lupa kalau tangan sudah keriput karna kelamaan di dalam air dan waktu pun sudah sore, sekarang saatnya melihat matahari terbenam. Sambil berburu sunset, kami pun dihidangkan kelapa hijau dan jagung bakar di dekat mercusuar. 

kelapa ijooo














senja di bawah mercusuar


Di hari kedua, walaupun kami snorkling di tempat yang berbeda, saya masih melihat sampah yang mengganggu penglihatan saya… jadi akhirnya setelah pindah spot (lagi), setelah itu barulah kami menikmati indahnya dasar laut beserta ikan dan karang yang warna-warni.

Setelah asik snorkling dan kembali ke penginapan untuk packing, maka saatnya saya dan teman-teman harus meninggalkan pulau ini.


Kami pun pulang dengan membawa sejuta kenangan dan keindahan tentang pulau ini. Terima kasih atas keramahan warga pulau Tunda terhadap wisatawan, kalian selalu tersenyum dan menyapa kami dahulu


Mudah-mudahan ketika saya datang lagi ke sini, pulau Tunda jadi semakin bersih dan makin rame para wisatawannya.


Sebelum kami take off mengarungi lautan (yailah lebay!, hahaha), ga lupa kami pun berfoto di depan dermaga pulau Tunda. Ini dia penampakannya…
Full Team


Tebak jempol.. Jempol siapa yang paling besar?!..

So, guys… tunggu apa lagi, jangan tunda liburan kalian ke pulau Tunda, atau kalian akan menyesal karna tidak mencicipi indahnya laut negeri tercinta ini.

Salam ransus,


Pulau Tunda

31 Mei – 1 Juni 2014

No comments:

Post a Comment