Tunda!
Yap, nama yang agak aneh ya untuk
nama sebuah pulau. Tapi, akhirnya saya berangkat juga ke pulau Tunda
bareng temen-temen backpacker saya.
Tunda adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Jawa, di
sebelah utara Teluk Banten. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam
wilayah Kabupaten Serang, Banten.
Oke, perjalanan dimulai ya. Dari
halte Slipi Jaya, saya janjian dengan teman-teman yang lain sekitar pukul 5
pagi (lewat dikitlah ya…). Lalu, setelah tunggu-menunggu, kami langsung naik
bis ke arah Merak dan keluar di pintu Tol Serang Timur.
Perjalanan kurang lebih memakan waktu
2 jam untuk sampai di Serang. Sesampainya di Serang, kemudian perjalanan kami
lanjutkan dengan menyewa angkot sampai ke dermaga kecil bernama Karangantu.
Waktu tempuh sampai ke dermaga kira-kira 45
menit. Setelah melewati jalanan yang cukup panjang dan bergelombang karena
jalanan agak rusak, sampailah kami di dermaga Karangantu.
Kemudian, kami melanjutkan
perjalanan dari dermaga Karangantu dengan menggunakan perahu kayu milik nelayan
untuk sampai ke pulau Tunda. Jeng-jeng-jeng…
pelayaran dimulai dari sekarang!
Menurut saya, perjalanan laut itu
sedikit membosankan, selain membutuhkan waktu yang cukup lama, kita juga bakal
bingung mau ngapain aja selama perjalanan di dalam perahu. Biasanya nih… di jam-jam
pertama perjalanan itu, saya pasti selfie-an dulu di atas perahu, lalu
biasanya saya mengambil gambar laut dan langit yang biru.
Setelah itu apa? Update status!! Hahaha, maklum mumpung
sinyal masih ada, karna kalo udah sampe pulau, sinyal sih wassalam. Abis itu,
kalo udah cape ya tidur deh di dalam perahu, hahaha.
O ya, sepanjang dermaga Karangantu ini, banyak sekali kerangka-kerangka kapal maupun perahu-perahu nelayan yang sudah usang bahkan berkarat dan di diamkan begitu saja disana.
O ya, sepanjang dermaga Karangantu ini, banyak sekali kerangka-kerangka kapal maupun perahu-perahu nelayan yang sudah usang bahkan berkarat dan di diamkan begitu saja disana.
| Kerangka kapal |
Perjalanan kurang lebih memakan waktu hampir 4 jam. Namun, sebelum sampai di pulau Tunda, kami diantar dulu ke salah satu pulau kecil di sana, yaitu pulau Lima. Ya, pulau Lima. Saya gak salah nulis koq, hahaha.
Pulau Lima merupakan salah satu
pulau yang ada di kawasan laut Banten. Pulau ini hanya memiliki 3 bangunan
rumah/vila untuk wisatawan yang ingin menginap di sana. Pasir putih dan air
yang jernih membuat pulau ini menjadi nilai plus untuk wisatawan yang
berkunjung ke sana.
| Pulau Lima |
| selfie dulu, teteup :D |
Sesudah berfoto dan ber-selfie
ria, kami melanjutkan perjalanan utama kami lagi.
Setengah jam kemudian, tibalah kami
di pulau Tunda. Yey, akhirnya sampai
juga!
Saya sempat sedikit kaget dengan
kondisi pulau ini, karna di pinggir dermaga masih banyakkk terdapat timbunan
sampah-sampah... Sayangnya, saya lupa mengabadikan momen ini...
Warga pulau Tunda ini juga hanya
sedikit, hanya terdiri dari masyarakat lokal saja. Saya pun sempat mencari-cari
di mana letak pantainya dan pasir putih pulau ini. Ternyata belum ada,
sodara-sodara… hiks… yang ada hanyalah hutan bakau (mangrove) di tepi pantai…
Perut sudah terisi. Pembagian kasur pun sudah (padahal
tidurnya juga di ruang tamu semua dengan satu kasur rame-rame!). Rebutan toilet
juga sudah. Sekarang waktunya nyebur, yey!
Berangkatlah kami ke tengah pulau untuk snorkling. Spot snorkling yang pertama ternyata kurang bersih, masih banyak sampah yang menghalangi penglihatan ke dasar laut… jadi kami minta untuk pindah spot saja.
Di spot kedua ini, barulah kami semua nyebur ke dasar laut. Sedih sekali rasanya melihat pulau secantik ini, tapi masih ada saja sampah-sampah yang menyebar… Kata warga sekitar sih, katanya sampah-sampah tersebut adalah sampah kiriman dari pulau-pulau sekitar yang terbawa air laut.
Setelah asik dan lupa kalau tangan sudah keriput karna kelamaan di dalam air dan waktu pun sudah sore, sekarang saatnya melihat matahari terbenam. Sambil berburu sunset, kami pun dihidangkan kelapa hijau dan jagung bakar di dekat mercusuar.
Berangkatlah kami ke tengah pulau untuk snorkling. Spot snorkling yang pertama ternyata kurang bersih, masih banyak sampah yang menghalangi penglihatan ke dasar laut… jadi kami minta untuk pindah spot saja.
Di spot kedua ini, barulah kami semua nyebur ke dasar laut. Sedih sekali rasanya melihat pulau secantik ini, tapi masih ada saja sampah-sampah yang menyebar… Kata warga sekitar sih, katanya sampah-sampah tersebut adalah sampah kiriman dari pulau-pulau sekitar yang terbawa air laut.
Setelah asik dan lupa kalau tangan sudah keriput karna kelamaan di dalam air dan waktu pun sudah sore, sekarang saatnya melihat matahari terbenam. Sambil berburu sunset, kami pun dihidangkan kelapa hijau dan jagung bakar di dekat mercusuar.
| senja di bawah mercusuar |
Di hari kedua, walaupun kami snorkling di tempat yang berbeda, saya masih melihat sampah yang
mengganggu penglihatan saya… jadi akhirnya setelah pindah spot (lagi), setelah
itu barulah kami menikmati indahnya dasar laut beserta ikan dan karang yang
warna-warni.
Setelah asik snorkling dan kembali ke penginapan untuk packing, maka saatnya saya dan teman-teman harus meninggalkan pulau ini.
Kami pun pulang dengan membawa sejuta kenangan dan keindahan tentang pulau ini. Terima kasih atas keramahan warga pulau Tunda terhadap wisatawan, kalian selalu tersenyum dan menyapa kami dahulu…
Mudah-mudahan ketika saya datang lagi ke sini, pulau Tunda jadi semakin bersih dan makin rame para wisatawannya.
Sebelum kami take off mengarungi lautan (yailah lebay!, hahaha), ga lupa kami pun berfoto di depan dermaga pulau Tunda. Ini dia penampakannya…
Setelah asik snorkling dan kembali ke penginapan untuk packing, maka saatnya saya dan teman-teman harus meninggalkan pulau ini.
Kami pun pulang dengan membawa sejuta kenangan dan keindahan tentang pulau ini. Terima kasih atas keramahan warga pulau Tunda terhadap wisatawan, kalian selalu tersenyum dan menyapa kami dahulu…
Mudah-mudahan ketika saya datang lagi ke sini, pulau Tunda jadi semakin bersih dan makin rame para wisatawannya.
Sebelum kami take off mengarungi lautan (yailah lebay!, hahaha), ga lupa kami pun berfoto di depan dermaga pulau Tunda. Ini dia penampakannya…

No comments:
Post a Comment